Mau Tutup Kredivo? Baca Ini Dulu Sebelum Ambil Keputusan

Sudah tiga bulan ini saya mikirin buka usaha sampingan. Jualan frozen food kek, atau reseller skincare, apa aja yang bisa nambah pemasukan di luar gaji kantor. Masalahnya cuma satu, modal. Tabungan saya pas-pasan buat kebutuhan sehari-hari, apalagi kalau harus keluar uang buat stok barang di awal.

Waktu lagi scroll HP, saya keinget masih punya akun Kredivo yang udah lama nggak kepake. Awalnya kepikiran mau tutup Kredivo aja sekalian, biar nggak ada godaan belanja konsumtif. Tapi begitu saya mulai riset lebih dalam, ternyata ada hal-hal yang perlu dipikirin matang-matang sebelum benar-benar ambil keputusan itu.

Kenapa Saya Sempat Ragu Buat Nutup Akun

Jujur aja, alasan awal saya mau tutup akun itu simpel, takut kalap. Punya limit gede di tangan kadang bikin orang gampang tergoda buat belanja hal-hal yang sebenarnya nggak mendesak. Saya sendiri pernah kena, dulu.

Tapi pas mikir soal rencana usaha sampingan ini, saya jadi ragu. Soalnya salah satu fitur yang saya tahu, ada opsi pinjaman tunai yang limitnya bisa dicairkan berulang kali sesuai ketersediaan. Kalau akunnya ditutup sekarang, otomatis opsi itu ikut hilang juga. Padahal siapa tahu ke depannya saya butuh modal tambahan buat restock atau kebutuhan mendadak lainnya.

Bedanya Menutup Akun dan Sekadar Nggak Dipakai

Ini yang bikin saya akhirnya paham, ternyata ada beda besar antara menutup akun secara resmi dengan cuma membiarkan akunnya nganggur tanpa dipakai.

Kalau cuma dibiarkan nggak aktif, kamu masih tetap punya akses ke limit dan fitur-fiturnya kapan pun butuh, tanpa perlu daftar ulang dari nol. Sementara kalau benar-benar ditutup, prosesnya harus lewat customer service resmi, semua tagihan harus lunas dulu, dan begitu ditutup, statusnya nggak bisa diaktifkan lagi. Nah, dari sini saya mulai mikir ulang, apa memang saya perlu buru-buru nutup, atau cukup disiplin aja pas pakainya?

Pertimbangan Sebelum Benar-Benar Memutuskan

Saya coba duduk sebentar, tarik napas, terus nulis di catatan HP soal apa yang sebenarnya saya butuhkan. Ternyata masalah utamanya bukan di akunnya, tapi di kebiasaan pakainya.

Kalau alasan kamu mau tutup Kredivo karena takut kalap belanja, mungkin yang perlu diubah itu caranya memakai, bukan akunnya yang dihapus total. Tapi kalau memang sudah yakin nggak butuh fasilitas kredit sama sekali dan pengin merapikan akun finansial biar lebih simpel, ya itu keputusan yang sah-sah aja. Nggak ada yang benar atau salah di sini, tergantung kondisi masing-masing orang.

Kredivo PayLater sendiri, dari yang saya baca, punya opsi tenor cukup fleksibel mulai dari 1 bulan tanpa bunga sampai cicilan lebih panjang dengan bunga mulai 1,99 persen per bulan. Buat rencana usaha sampingan saya, opsi tenor pendek 1 bulan dengan 0% Bunga & Admin kelihatannya cukup masuk akal buat modal awal yang sifatnya bisa cepat balik modal juga.

Keputusan Akhir yang Saya Ambil

Akhirnya saya nggak jadi tutup akun untuk sekarang. Saya pilih tetap pertahankan sambil disiplin cek dashboard tagihan tiap bulan, biar nggak ada kebocoran pengeluaran yang nggak kerasa.

Kalau kamu ada di posisi yang sama, lagi bimbang antara tutup akun atau tetap lanjut demi jaga-jaga kebutuhan modal usaha, coba dulu tanya ke diri sendiri, masalahnya di kebiasaan atau memang di akunnya. Jangan buru-buru ambil keputusan cuma karena emosi sesaat. Toh, akun yang dikelola dengan kepala dingin biasanya jadi alat bantu, bukan sumber masalah baru.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *